Home / Berita / Humaniora / MAKNA HAKIKAT DARI NIAT
Photo Credit : https://goo.gl/images/ghveCb
Photo Credit : https://goo.gl/images/ghveCb

MAKNA HAKIKAT DARI NIAT

Dalam kegiatan ibadah sehari-hari, istilah niat tentunya bukan sebuah istilah yang asih di dengar terkhus bagi ummat islam. Karena banyak sekali ritual ibadahnya salah satu rukun yang harus dipenuhi adalah niat. Coba kita perhatikan, seperti hanya wudhu, sholat, puasa, zakat, haji dan yang lainnya. Kenapa harus demikian? Tentunya supaya kita tidak salah dalam melakukan kegiatan tersebut. Seperti sepucuk surat, jika salah alamat penulisan maka akan salah tempat tujuan. Maka jangan sampai salah alamat sehingga salah tujuan dan jangan salah salah niat sehingga kita salah melakukan kegiatan.

Makna niat itu sendiri berasal dari Bahasa Arab yang artinya maksud atau sengaja. Atau bisa juga niat adalah suatu keinginan hati dalam hati untuk melakukan suatu tindakan.

Tentunya kita ingin menyikapi lebih dari suatu ketentuan dan keyakinan, perlu kita ketahui bahwa niat diletakkan di awal setiap pekerjaan, dalam hal ini penulis mengartikan bahwa niat bukan sekedar maksud, niat juga bukan sekedar kesengajaan, dan niat bukan sekedar keingingan. Namun niat adalah perencanaan. Maka niat yang baik dan benar adalah perencenaan yang baik dan benar.

Maksudnya?

Artinya niat yang baik dan benar itu adalah suatu perencanaan yang matang, mempersiapkan segala hal kemungkinan yang akan terjadi dalam suatu pekerjaan, mempelajari konsep, efek samping, untung rugi, strategi dan lain sebagainya yang bisa mendorong keberhasilan pekerjaan tersebut.

Hal ini tentu saja makna niat secara luas yang terdapat dalam segala pekerjaan dan kegiatan. Bahkan dalam ibadahpun perlu dimaknai niat itu seperti itu.

Sebegitukah makna niat? Bahkan dalam ibadah?

Ya, tentu. Contohnya saja ketika kita mau melaksanakan sholat, tidak cukup kita hanya memantapkan hati maksud dan tujuan kita untuk sholat, tetapi harus mempersiapkan segala hal, seperti tempat dan pakaian yang suci, kalo berjama’ah maka kita perlu tempat sarana berjama’ah, perlu memahami konsep berupa syarat dan rukunnya apa saja, perlu tau efek samping jika kita meninggalkan beberapa hal sunnah sholat atau bahkan rukun sholatnya, memikirkan untung rugi, apa untung rugi sholat berjamaah apa untung ruginya sholat sendiri.

Nah, itu contoh kecil bahwa niat memang memilki arti yang luas. Dan harus kita sikapi dengan memantafkan niat kita jangan sampai salah, karena jika kita salah niat bearti kita sudah menulis surat dengan alamat yang salah, jika kita salah niat maka kita salah dalam perencanaan.

Marilah perbaiki niat kita. [@thole_ram]

Referensi : http://www.risalahislam.com/2015/10/pengertian-hakikat-niat-dalam-islam.html

Check Also

Photo Credit : https://goo.gl/images/qwi0n0

IKHTIAR MENJADI PEMIKUL KALAM ILAHI (Bagian 1)

Oleh: Abu Mutawalli[1] Menjadi pemikul kalam ilahi (penghapal Al-Qur’an) bukanlah hal yang mustahil namun juga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *