Home / Berita / Inspirasi / Kartini Zaman Now, Habis Kuota Terbitlah Galau
Kartini vs Kartini zaman now
Kartini vs Kartini zaman now

Kartini Zaman Now, Habis Kuota Terbitlah Galau

Raden Ajeng Kartini adalah seorang perempuan yang mendapatkan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno pada tanggal 2 Mei 1964, yang berisi penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Hal ini karena perannya dalam membela kaum hawa dari kebodohan dizaman penjajahan Belanda. Kartini berperan aktif memperjuangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan kedudukan yang sama dengan kaum laki-laki. Seperti yang diketahui bahwa pada saat itu, perempuan Indonesia tidak diperbolehkan untuk sekolah ketingkat yang lebih tinggi. Perempuan hanya akan menjadi istri yang bekerja di rumah dan melayani suami. Persepsi ini lah yang ditentang oleh Kartini. Beliau tidak menentang kodrat seorang perempuan harus menjadi istri dan bekerja dirumah mengurus rumah tangga, namun Kartini menentang dilarangnya perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki. Hal ini lah akhirnya sekarang dikenal dengan emansipasi.

Pada zamannya, kartini menemukan ide dan pemikiran yang modern ini karena beliau banyak melakukan korespondensi dengan wanita-wanita Eropa dan bertukar pikiran dengan majunya kualitas perempuan disana. Berangkat dari situ, Kartini pun memiliki cita bahwa perempuan Indonesia kelak akan mendapatkan pendidikan dan karir yang sama dengan kaum pria. Kumpulan surat menyurat Kartini dengan wanita Eropa akhirnya dibukukan dengan judul habis gelap terbitlah terang, yang akhirnya menjadi quote yang melekat didiri Kartini.

Seratus tiga belas tahun kemudian, perempuan-perempuan Indonesia telah mencapai harapan Kartini bahkan melebihi ekspektasinya. Sudah banyak professor yang muncul dari kaum perempuan, profesi diberbagai bidang yang digeluti oleh perempuan telah menyetarakan posisinya dengan laki-laki. Bahkan Negara Indonesia juga pernah dipimpin oleh seorang perempuan. Kartini-kartini modern ini telah mendapatkan apa yang menjadi harapan dari R.A Kartini itu sendiri.

Dizaman yang serba maju yang terkoneksi dengan sangat mudah sejak ditemukannya sebuah jejaring inter koneksi serba cepat yang biasa disebut internet. Kartini modern, melakukan korespondesi tidak lagi berbasis kertas. Tetapi para Kartini modern bisa mengirim surat hanya dengan hitungan detik sampai ke seluruh penjuru dunia melalui surat elektronik (email) Kartini modern juga dapat bertukar kabar dan saling menyapa dengan status di media sosialnya sejak media sosial menjadi sangat terkenal pada medio tahun 2000-an.

Kemudahan tersebut semakin dimanjakan karena internet dapat diakses hanya melalui genggaman tangan atau media tersebut kita kenal telepon genggam. Untuk diketahui dari hasil survei terbaru yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) per Oktober 2016 pengguna internet melalui telepon genggam sebanyak 92,8 juta pengguna atau sebanyak 69,9% dari keseluruhan pengguna aktif internet. Sebanyak  41,2 juta pengguna menghabiskan sebanyak 2GB kuota internet. Selain itu 27,9 juta dan 19,9 juta pengguna mengakses internet dengan kuota masing-masing 3GB dan 1,5GB.

Ketergantungan manusia pada internet sudah seperti kebutuhan hidup yang harus dipenuhi sehari-hari. Indonesia mencatatkan dirinya sebagai pengguna internet teraktif nomor 6 didunia dengan netter aktif sebanyak 112 juta pada tahun 2017. Artinya lebih dari separuh warga Indonesia menjadi nettizen (warga internet) dan 51% penggunanya adalah wanita

(sumber:http://tekno.liputan6.com/read/2197439/pengguna-internet-indonesia-didominasi-remaja-amp-wanita)

Banyaknya wanita zaman sekarang (istilah yang lagi viral adalah zaman now) yang lebih khawatir paket internetnya habis dibandingkan dengan mengurus dirinya sendiri. Wanita lebih menyukai melihat status temannya di Instagram, apa yang sedang terjadi di twitter, apa yang lagi viral di facebook, dan menyaksikan video favoritnya di youtube. Akirnya kemudahan ini memanjakan wanita akan perannya. Banyak ibu-ibu yang lebih suka chatting dengan teman-teman daripada memeperhatikan anaknya sedang bermain apa. Banyak wanita muda yang lebih fokus idola koreanya sedang main drama apa. Bahkan banyak anak-anak perempuan yang lebih sedih akun intsragramnya di bajak daripada PR sekolahnya yang belum siap.

Inilah fenomena yang terjadi pada Kartini zaman now. Kartini yang foto sendiri (selfie) lebih banyak daripada karyanya. Kartini yang status di facebook lebih aktif daripada prestasinya. Kartini yang galau bila paket kuota internetnya tiba-tiba habis. Tapi tidak semua perempuan seperti itu, banyak juga yang memanfaatkan internet untuk hal yang berguna walau ketergantungan pada handphone tidak bisa disepelekan.  [Euizze]

Check Also

Photo Credit : https://www.seoweblogistics.com/seo-services

Jarimu Harimaumu

Pola kehidupan modern yang terjadi di sepuluh tahun terakhir ini telah mengubah pola hidup seorang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *