Home / Berita / Edukasi / Gaya Belajar Imam Syafi’i
Photo Credit : https://goo.gl/images/THSVWa
Photo Credit : https://goo.gl/images/THSVWa

Gaya Belajar Imam Syafi’i

Imam Syafi’i dilahirkan di Gaza, Palestina, pada tahun 150 H. la diberi nama Muhammad bin Idris bin ‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’i Al-Quraisy bin Abdul Muthalib bin Abdul Manaf. Sejak ia masih di dalam kandungan, ayahnya yang bernama Idris telah meninggal dunia.

Nama besar Imam asy-Syafi’i Rahimahullahu Ta’ala tidak asing lagi di kalangan kaum Muslimin. Ialah seorang imam, ‘alim, ahli fiqih, teladan dalam zuhud, dan juga penolong sunnah yang amat monumental.

Imam Syafi’i berkisah, “Setelah aku hafal Al-Qur’an, aku masuk ke Masjidil Haram untuk berguru kepada para ulama. Dari merekalah aku menimba ilmu, menghafal hadis, dan berbagai masalah ilmiah lainnya.

Rumahku berada di lereng bukit Khaif. Aku sering melihat potongan tulang yang putih berkilauan, kemudian tulang itu kupungut dan kujadikan sarana menulis hadis atau masalah ilmiah lainnya.

Secara umum, imam Syafii seperti ini belajarnya: belajar Al-Qur’an semenjak kecil hingga khatam 30 juz di usia 7 tahun. Usai itu, belajar hadits dan menghafalnya. Usai itu, memperdalam sastra bahasa Arab dan balaghohnya untuk mempermudah dalam memahami teks Al-Qur’an dan hadits. Setelah itu mempelajari fiqih hingga menjadi ahli fiqih di masanya.

Semua yang dia tahu dan hafal dari hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang shahih diambil semua dan dijadikan sebagai madzhab beliau. Beliau meletakkan semua ucapan di bawah dan hadits di atas kepala. Tidak pernah Asy-Syafii mengedepankan akal daripada ucapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Diriwayatkan dari Ar-Rabi bin Sulaiman bahwa Imam Syafii menyampaikan hadits pada suatu hari lalu ada seorang lelaki yang bertanya, “Apakah Anda jadikan hadits tadi sebagai pendapat, wahai Abu Abdillah (Asy-Syafii)?”

Imam asy-Syafi’i memiliki banyak kelebihan. Salah satunya dalam hal hafalan yang sangat bagus. Hafal al-Qur’an di usia tujuh tahun. Kelar membaca al-Muwatha’ di hadapan penulisnya yang juga menjadi gurunya di kisaran usia sepuluh tahun. Dalam usia lima belas tahun, beliau sudah diberi otoritas untuk menyampaikan fatwa.

Maknanya, di usia itu, beliau sudah menguasai berbagai cabang ilmu, baik yang terkait al-Qur’an dan ilmu pendukungnya, hadits dan penopangnya, serta berbagai cabang ilmu-ilmu lainnya, termasuk ilmu waris, kaidah ushul fiqih, dan seterusnya.

Jika Imam asy-Syafi’i saja sedemikian hebat, bagaimana lagi dengan gurunya? Bukankah kehebatan seorang murid, salah satu penopang utamanya adalah kualitas guru? Imam asy-Syafi’i memiliki banyak guru. Selain Imam Malik bin Anas Rahimahullahu Ta’ala, sosok Imam Waki’ bin Jarrah al-Kufi Rahimahullahu Ta’ala juga tercatat sebagai guru beliau yang amat masyhur.

Terkait Imam Waki’ bin Jarrah al-Kufi, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyampaikan pengakuan, “Ia salah seorang ulama besar terkemuka yang memiliki daya hafal yang sangat kuat. Jika orang lain menghafal dengan susah payah, dia menghafal lancar-lancar saja.”

Imam Waki’ ini tidak pernah membawa buku. Jarang mencatat. Semuanya beliau hafalkan.

Terkait rahasia kuatnya hafalan, suatu hari Ali bin Khasyram bertanya kepada beliau, “Apakah resepnya sehingga hafalanmu begitu kuat?” Sosok alim nan tawadhu’ ini menjawab, “Resepnya adalah meninggalkan maksiat. Aku melakukannya (meninggalkan maksiat) demi menghafal.”

Imam Waki’ ini pulalah yang pernah disebut oleh Imam asy-Syafi’i dalam salah satu syair yang sangat terkenal.

Kuadukan pada Waki’ hafalanku nan jahat

dia berpesan agar kutinggalkan maksiat

Katanya pula, ilmu itu terang bak kilat

cahaya Allah bukanlah untuk pelaku maksiat

Mari menunduk dalam-dalam. Jika selama ini kita merasa amat susah menghafal al-Qur’an, serasa bebal menghafal hadits dan banyak ilmu-ilmu lainnya, inilah solusi yang mesti kita tempuh. [Anash]

Referensi :

http://ceritainspirasimuslim.blogspot.co.id/2010/02/cara-belajar-imam-syafii.html

http://www.kewisata.com/2014/12/3-metode-ulama-agar-pikiran-cerdas.html

https://remajaislam.com/945-cara-sukses-belajar-menurut-imam-syafii.html

http://thaybah.id/2017/04/gaya-belajar-imam-syafii/

Check Also

Photo Credit : SMAUCTF Documentation

Cara Tepat Memelihara Emosi

EMOSI sangat memegang peranan penting dalam kehidupan individu. Emosi juga akan memberikan warna kepada kepribadian, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *