Home / Berita / Edukasi / Meledakkan Potensi Guru Dengan PAKEM
DSC_2366

Meledakkan Potensi Guru Dengan PAKEM

Bagi seorang guru, mengajar adalah aktivitas utama. Oleh karena itu, ia layak disebut guru, karena ada transfer ilmu kepada peserta didik. Kata orang bijak, dengan mengajar, ilmu menjadi tegak dan berkembang. Dengan mengajarkan kepada orang lain, ilmu tidak akan habis, tetapi justru semakin dinamis, progresif, dan produktif. Di sinalah posisi agungnya seorang guru. Karena itu, sudah menjadi kewajiban guru untuk mempelajari bermacam-macam metode pembelajaran agar bisa mengajar secara efektif, efisien, dan berkualitas. Pembelajaran menjadi kata kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini.

Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. Pembelajaran ibarat jantung dari proses pendidikan. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula, demikian pula sebaliknya. Namun, kenyataannya hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai potensi ideal/optimal yang dimilikinya. Oleh karena itu, perlua ada perubahan proses pembelajaran yang sudah berlangsung selama ini.

Pembelajaran yang saat ini dikembangkan dan banyak dikenalkan ke seluruh pelosok tanah air adalah PAKEM. PAKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan ini masih miskin sosialisasi. Banyak guru yang belum mengenal PAKEM. Sehingga metode pembelajaran yang diterapkan masih tradicional, satu arah, dan menjadikan guru sebagai pusat dan subjek, sementara siswa/peserta didik hanya menjadi objek statis. Di sinilah tanggung jawab semua pihak, khususnya pemerintah dan kepala sekolah untuk segera mensosialisasikan PAKEM secara intensif dan ekstensif. Pelatihan demi pelatihan harus segera diadakan untuk mengubah mind set dan frame thinking agar guru terbuka terhadap PAKEM, sehingga mampu mengaplikasikannya dalam pembelajaran yang diampunya.

Target utama dari pembelajaran ini adalah guru-guru muda yang energik dan visioner. Mereka dilatih dengan model pelatihan yang cerdas dan aplikatif. Mereka dijadikan pilot Project untuk aplikasi PAKEM. Oleh sebab itu, perhatian kepada guru harus lebih ditingkatkan, baik dari sisi peningkatan kualitas pembelajaran maupun kesejahteraan. Motivasi internal dan eksternal guru menjadi solusi bagi aplikasi PAKEM.

Beberapa kegiatan yang dapat meledakkan potensi guru sehingga pembelajaran dapat lebih maksimal dan berkualitas.

  1. Memprioritaskan Pelatihan Guru.
  2. Mengoptimalkan Microteaching.
  3. Menerapkan Teamteaching.
  4. Melakukan Moving Class.
  5. Berlatih dan membuat Ice Breaker.
  6. Membuat Diktat Praktis.
  7. Sedikit Bicara Banyak Diamnya.

Sebaik apapun sebuah pemikiran, tanpa disentuh kreativitas tinggi, maka akan out of date dan ditinggalkan masa. Oleh sebab itu, setiap saat dibutuhkan pembaruan, pengembangan, dan peningkatan tanpa henti untuk tetap menjaga aktualisasi dan relevansinya dengan tuntunan modernisasi dan globalisasi yang terus berjalan dengan cepat.

Selamat berjuang kepada sekolah, kepala sekolah, dan guru yang masih dalam proses ekperimentasi PAKEM. Semoga mencapai titik kematangan dan profesionalitas, sehingga kualitas pembelajaran bisa ditingkatkan dengan akseleratif dan masif demi masa depan anak bangsa di negeri ini. Jangan pernah menyerah terhadap sulitnya proses yang dilalui, karena kesuksesan gemilang identik dengan rumitnya proses dan berliku-liku kendala yang dilalui. Justru dari proses panjang itulah, kematangan, kedewasaan, dan kecemerlangan lahir dengan dahsyat. Ledakkan potensimu guru, dunia ini menunggu kreativitasmu sepanjang masa. [idris]

REFERENSI

Asmani, Jamal Ma’mun. 2014. 7 Tips Aplikasi PAKEM. Yogyakarta: DIVA Press.

Wibowo, Agus. 2012. Menjadi Guru Berkarakter. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Check Also

Credit : https://sparkleskills.com/emotional....

Kecerdasan Emosional, Pentingkah…???

Menurut Goleman (2002:34) mengatakan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% dari kesuksesan, sedangkan 80% …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *