Home / Berita / Inspirasi / MANUSIA DAN TEKNOLOGI
th

MANUSIA DAN TEKNOLOGI

Sudah dua jam aku dan ayahku menghabiskan waktu di sebuah bank. Ayahku harus mentransfer sejumlah uang ke beberapa nomor rekening. Aku merasa dua jam adalah waktu yang sudah cukup lama dihabiskan di dalam bank ini, namun urusan ayahku belum juga selesai. Akhirnya, aku tidak bisa lagi menahan diri dan kutanyakan langsung ke ayahku…..

“Ayah, kenapa tidak mengaktifkan saja internet banking? Tentukan lebih praktis dan ekonomis”.

“Ayahku menjawab, mengapa ayah harus lakukan itu, nak?”. Ayahku malah bertanya balik padaku.

“Justru jika ayah mengaktifkan internet banking, ayah tidak perlu lagi datang langsung ke bank, menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mentransfer uang….. bahkan ayah dengan mudah dapat berbelanja secara online….singkatnya semua aktifitas perbankkan, berbelanja akan semakin mudah dan relatif ekonomis.

Saya jadi semakin semangat menerangkan, membujuk ayahku agar beralih ke dunia internet banking!!! Ayahku bertanya lagi, “Anakku, jika  ayah lakukan seperti yang kamu terangkan tadi, tentu ayah tidak perlu keluar rumah kan???”. “Ya, ya, benar. Jawabku dengan semangat dan yakin.

Aku menambahkan lagi keterangan pada ayahku agar lebih meyakinkan, Ayah tahukan, bagaimana barang yang kita pesan dari kedai kelontong bisa dikirim dan tiba di depan rumah kita, cepat, ekonomis dan bagaimana Amazon bisa memberikan segelanya dalam hal bisnis, semuanya serba tekhnologi!

Ayahku berkata, “Nak, sejak kita memasuki bank ini dari dua jam lalu, Ayahmu ini telah bertemu dengan empat orang teman ayah langsung, kami saling tukar informasi tentang hidup dan kehidupan ini, bukan perantara alam maya…

Di sisi lain, saat ayah melakukan transaksi di teller, ayah juga berkomunikasi langsung dengan beberapa karyawan bank yang sudah Ayah kenal cukup baik…

Anakku, ini semua Ayah lakukan untuk memberikan pelajaran langsung kepadamu arti kehidupan bermasyarakat, bukan kehidupan terisolasi, sehingga mengurangi sikap bersosialisasi atau bersilaturrahmi kita  antara sesama manusia.

Ayahku memamarkan lagi, perlu kamu ketahui anakku, dua tahun yang lalu saat Ayahmu ini sakit, terbaring beberapa hari di rumah sakit,  pemilik toko tempat Ayah sering membeli buah, datang melihat ayah, duduk disamping tempat tidur Ayah terbaring dan menggis…..

Contoh lain, beberapa waktu lalu, saat Ibumu terjatuh  berolahraga jalan pagi, maka tukang kelontong setempat yang membantu Ibumu, membawanya ke klinik terdekat dan mengantarkan mobil ke rumah kita.

Apakah Ayahbisa mendapatkan “sentuhan manusia” seperti itu jika semuanya dilakukan secara online???   Mengapa Ayah menginginkan semuanya dikirimkan, memaksaku untuk berinteraksi hanya dengan computer??

Apakah Ayah salah jika Ayah ingin mengenal orang yang berbincang dengan Ayah bukan hanya sebagai penjual???   Anakku, hal ini Ayah lakukan guna terciptanya suatu ikatan silaurrahmi, relasi….

Apakah Amazon juga bisa memberikan semua ini???

Technology isn’t a life…..

Spend time with people….

Not with devices……

Teknologi bukanlah kehidupan…..

Luangkan waktu bersama orang-orang sekeliling….

Bukan dengan perangkat canggih…..

Atau anda akan menyesal selamanya…..

Karena waktu tidak akan pernah kembali……

Selagi masih bisa dan ada waktu…..

Mari kita saling menyapa, menghargai orang-orang di sekeliling kita…..

Yang sering kita jumpai setiap hari…….

SUMBER: BAHRUM JAMIL ANGGOTA IMAS (INTERNATIONAL MOTIVATOR ASSOCIATION OF INDONESIA)

 

Check Also

4 lilin

Kisah Empat Lilin

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *