Home / Berita / Humaniora / 7 DESTINASI WISATA MUSEUM DI SUMATERA UTARA
Museum

7 DESTINASI WISATA MUSEUM DI SUMATERA UTARA

1.   Museum Sumatera Utara, Medan

Museum Sumatera Utara atau yang lebih dikenal warga Sumut Museum Negeri Provinsi Utara (disingkat Museum Negeri Provsu) ini terletak di Jln. H.M. Jhoni No. 51 Medan. Merupakan Museum terbesar di Sumatera Utara yang berbagai peninggalan sejarah budaya bangsa, hasil seni dan kerajinan dari berbagai suku di Sumatera Utara. Museum ini dibangun pada tahun 1954 dan diresmikan pada tanggal 19 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef. Museum ini merupakan salah satu museum terbaik di Indonesia.

Museum Sumatera Utara memiliki 6799 koleksi.  Terdiri atas replika hewan khas Sumatera, replika fosil manusia purba, diorama kehidupan prasejarah, serta beragam perkakas prasejarah.

Adapun, peninggalan lain seperti arca-arca peninggalan zaman HinduBudha, peninggalan batu nisan, Al-Qur’an, replika Masjid Azizi ada disini, dan juga perkakas zaman Kolonial Belanda juga dikoleksi. Selain itu, terdapat pula model figur kolonial, dan replika kehidupan kota Medan zaman dulu.

Benda koleksi meliputi senjata tradisional dan modern, obat-obatan tradisional, peralatan komunikasi yang digunakan melawan penjajah. Juga ditampilkan lukisan kepahlawanan dan poster propaganda masa perang. Dan terakhir, foto-foto serta lukisan dari para pahlawan dan mantan gubernur Sumatera Utara juga dikoleksi di sini.

2.   Museum Perjuangan Bukit Barisan, Medan

Menurut sejarah gedung ini didirikan pada tahun 1928 oleh pemerintah Belanda sebagai kantor perusahaan asuransi Arhnehen. Gedung ini lalu dikuasai pemerintah Indonesia mulai tahun 1947 dan dipakai sebagai kantor Kodam. Antara tahun 1959 hingga 1971 dipakai untuk kantor Angkutan Kodam. Baru mulai tahun 1971 dijadikan sebagai museum.

Gedung berwarna hijau pucat ini dilengkapi dengan relief yang menceritakan perjuangan masyarakat Sumatera Utara melawan penjajah Belanda. Salah satu peristiwa yang cukup dikenang rakyat adalah perang Medan Area. Perang ini terjadi pada tanggal 10 Desember 1945 melibatkan antara tentara Sekutu dan NICA melawan rakyat Medan.

Museum ini juga dilengkapi dengan monumen berwujud api yang melambangkan semangat perjuangan masyarakat Sumatera Utara yang menyala-nyala dan tak kunjung padam.

Satu-satunya koleksi museum yang bisa dilihat adalah senjata militer. Senjata ini ditaruh di halaman. Kabarnya, museum ini menyimpan 555 koleksi seperti senjata, alat komunikasi, pakaian perang dan dokumentasi perjuangan mempertahankan kemerdekaan tahun 1945 hingga 1948.

3.   Museum Rahmad Gallery, Medan

Museum dan galeri ini menyimpan beragam koleksi mengagumkan terdiri dari berbagai binatang liar diawetkan yang berasal dari tempat berburu di berbagai tempat di seluruh penjuru dunia. Sekitar 2000 lebih binatang ditata artistik sesuai habitat mereka di dalam ruangan berpendingin penuh di dalam gedung Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Lokasi museum yang lumayan langka ini berada di sebuah gedung di Jl. S. Parman 309, Kota Medan, Sumatera Utara

Tempat yang konon merupakan galeri satwa liar pertama di Asia Tenggara, adalah milik Rahmat Shah, seorang pengusaha dan pemburu profesional. Rahmat adalah orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan dan pengakuan internasional seperti The Big Five Grand Slam Awards dan World Hunting Awards.

4.   Museum Juang 45, Medan

Museum yang terletak di jalan Pemuda, Medan Kesawan ini memang tampak kurang terawat dan banyak masyarakat tidak mengetahui jika gedung tersebut adalah sebuah museum yang banyak menyimpan benda-benda bersejarah pada era kemerdekaan.

5.   Museum Simalungun, Pematang Siantar

Sejarah mengenai Museum Simalungun dimulai sejak dibangun pada April 1936. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan menjaga sejarah serta kebudayaan Simalungun dari masa ke masa ke. Museum Simalungun didirikan/diprakarsai oleh 7 orang Raja Simalungun beserta utusan pemerintah, tokoh masyarakat, kepala distrik dan tungkat pada pertmuan Harungguan. Di awal berdiri museum ini bernama Rumah Pusaka Simalungun. Namun seiring perkembangan nama tersebut akhirnya diganti. Pada Desember 1939, akhirnya proses pembangunan rampung dan resmi dibuka untuk umum pada 30 April 1940. Museum ini kemudian dikelola secara profesional 14 tahun kemudian oleh Yayasan Museum Simalungun (YMS) yang didirikan pada 27 September 1954.

Sesuai dengan pengertian arkeologi yang berasal dari Bahasa Latin dimana archeo dan logos berarti ilmu kebudayaan yang mempelajari masa lalu atau lebih populer dengan sebutan ilmu sejarah kebudayaan material, maka di Museum Simalungun Pematang Siantar tersimpan berbagai benda yang identik dengan antroplogi, kesenian, peralatan sistem mata pencaharian dan segala sesuatunya yang berkaitan dengan heritage Simalungun.

6.   Museum Rumah Bolon Pematang Purba, Pematang Purba

Museum yang terdapat di Siantar ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis baik lokal maupun asing untuk mengunjunginya. Bangunan ini dijadikan museum terbuka karena terdapat sejumlah bangunan rumah adat dengan Huta Bolon Simanindo sebagai master piece-nya

7.   Museum T.B. Silalahi, Balige

Museum Pribadi T. B. Silalahi Center adalah Museum pribadi atau jejak langkah dari T. B. Silalahi yang bertempat di Jl. Pagar Batu No. 88 (eks. Pabrik Aeroz), Desa Silalahi, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Museum TB. Silalahi adalah yayasan nirlaba yang didirikan oleh Letjen TNI (Purn) Dr. Tiopan Bernhard Silalahi. Yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk melestarikan budaya Batak dan membentuk karakter masyarakat Batak. Yayasan ini dirikan berdasarkan akta nomor 10 tanggal 7 Agustus 2006 dan akta nomor 7 tanggal 8 Januari 2007, dan TB. Silalahi pernah menjadi Menteri PAN 1993-1998.

Museum ini berisi koleksi pribadi T. B. Silalahi yang berupa pakaian dinas, bintang jasa, tanda kehormatan, kendaraan pribadi dan dinas, jenis senjata yang pernah digunakan oleh T. B. Silalahi, dan kenang-kenangan dari penjuru dunia yang diberikan kepada Bapak T. B. Silalahi.

Di dalam ruangan ini terdapat panel-panel yang menceritakan sejarah hidup perjalanan T. B. Silalahi serta perjalanan kariernya. Selain itu di ruangan ini juga terdapat Benda-Benda Pribadi dia seperti seragam dan pangkat-pangkat ketika di kemiliteran, beberapa ijazah, pakaian ketika menteri, bangku sekolah waktu di SR, mobil dinas yang dulu digunakan ketika menjabat sebagai Menpan pada Kabinet Pembangunan VI, dan lain sebagainya. [Ani]

Check Also

Sumber Photo : http://www.industry.co.id/read/5107/pekan...

Wisata Budaya Sumatera Utara

Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) atau yang dulu lebih dikenal sebagai Medan Fair merupakan suatu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *