Home / Berita / Olahraga dan Seni / Tari Saman “Gayo”
Sumber Photo : http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/836/tari-saman
Sumber Photo : http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/836/tari-saman

Tari Saman “Gayo”

Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk sekitar 255 juta jiwa, sangat beruntung memiliki kekayaan kultur yang beragam. Hampir setiap suku di semua daerah punya keunikan bahasa, budaya dan tradisi. Budaya dan tradisi ini dapat diekspos dalam bentuk tarian tradisional yang menjadi identitas bangsa Indonesia di mata dunia. Salah satu tarian tradisional yang dimaksud adalah tari saman. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tari saman kerapkali menjadi tarian terpopuler di dunia dan memenangi ajang perbandingan kultur antar negara. Selain itu, tari saman ditetapkan sebagai daftar representatif budaya tak benda warisan manusia dalam sidang komite ke-6 komite antar Pemerintah di Bali, 24 November 2011. Namun, tahukah anda tentang asal muasal tari saman? 

Tarian ini diciptakan oleh seorang Ulama Gayo bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo, Kabupatan Gayo Lues. Demi menghormati sang kreator, tari ini kemudian dinamai tari saman. Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media dakwah umat Islam.

Dulu, tari saman hanya ditampilkan di bawah kolong Menasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan dan meluas ke daerah pesisir hingga menjadi icon kebanggan dari daerah Aceh. Kini, tari saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu.

Ciri khas penampilan Tari Saman Gayo biasanya dipandu oleh seorang pemimpin (Syekh) yang juga bertugas melantunkan syair berisi dakwah dalam bahasa Gayo tanpa adanya alunan musik. Penari Saman dan Syekh harus fokus dan bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta gerakan yang kompak serta harmonis.

Tarian saman terbagi dalam dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan lebih banyak tepuk dada. Oleh karena itu, personal tari saman wajib laki-laki karena akan menjadi hal yang tabu apabila perempuan melakukan gerakan tersebut.

Biasanya penari dalam tari saman berjumlah ganjil dan harus berkonsentrasi tinggi melakukan gerakan yang senada untuk mencegah tertabrak dengan penari yang lain pada gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (bahasa Gayo). Agar lebih menarik, para penari akan semakin mempercepat tempo gerakan di akhir pertunjukkan.

Pada tahun 2014, tarian saman Gayo berhasil memecahkan rekor MURI dengan jumlah penari sekitar 5005 orang yang diselenggarakan di kabupaten Gayo Lues. Hiruk pikuk tersebarnya informasi gagasan tentang pemecahan rekor ini akan dilanjutkan hingga 10.001 penari yang Insya Allah akan dilaksanakan pada tahun 2017 di tempat yang sama. Semoga saja melalui tari saman ini, Indonesia tetap mendapat perhatian dunia sebagai negara yang memiliki ketegasan dalam menjaga kebudayaan asli bangsa sendiri untuk menghindari pengklaiman pihak asing.

Referensi :

https://www.kaskus.co.id/thread/58be73841cbfaac35f8b4567/sejarah-dan-asal-usul-tari-saman/

https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Saman

Check Also

Sumber Photo : http://www.lintasnews.com/7651/musik...

Fakta Unik Tentang Musik

Tahukah Anda bahwa banyak fakta unik tentang musik yang belum diketahui banyak orang. Jika pepatah mengatakan “Tiada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *