Home / Berita / Inspirasi / MENGHARGAI PEKERJAAN ORANG LAIN
menghargai

MENGHARGAI PEKERJAAN ORANG LAIN

Seorang  manajer  keuangan di sebuah perusaahan asing ternama di kota Jakarta sedang beristirahat menikmati menu makan siang yang dipesannya di sebuah kafe terbuka. Manajer  itu disibukkan juga dengan smartphonenya melihat update informasi pada tiap media sosial yang ada.  Di saat yang bersamaan,  seorang gadis kecil berusia delapan tahun menghampiri manajer keuangan tersebut sambil menawarkan barang dagangannya:

“Om beli bunga  Om.”

“Terimakasih, tidak  Dik, saya tidak perlu bunga, “jawab manajer keuangan itu dengan tetap sibuk pada smartphonenya.

“Beli la Om, satu tangkai ajapun jadi,toh  bunganya bias Om  kasi untuk kekasih atau istri Om, “bujuk gadis kecil itu dengan mukanya yang polos.

Dengan muka kesal dan suara yang agak tinggi karena merasa terganggu  keasyikannya pada smartphone, si manajer itu berkata: “Adik kecil yang manis tidak lihat saya sedang sibuk? Lain kali aja ya, kalau Om butuh Om akan beli bunga dari kamu ya.”

Mendengar jawaban  Om Manajer itu, si gadis kecil penjual bunga tersebut menawarkan dagangannnya ke para tamu yang ada di kafe itu. Setelah selesai menikmati menu makan siang, si manajer bergegas meninggalkan keluar dari kafe, tiba-tiba  gadis kecil  tadi menghampirinya dan menawarkan ulang bunga.  “Sudah gak sibuk lagikan Om?.”  Tolong dibeli la bunga saya ini Om, setangkai aja pun jadi, gak mahal kok harganya.”

Dengan perasaaan jengkel  bercampur kasihan si manajer keuangan itu mengeluarkan uang 10 ribu, sambil berkata, “Ini uang untuk kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu ya.”

Si  gadis kecil itu menerima  uang yang diberikan Om manajer tsb, tapi tidak untuk dirinya, namun  malah diberikannya  ke pengemis tua yang ada tidak jauh dari kafe itu.

Manajer keuangan itu merasa heran juga tersinggung dan bertanya, “Kenapa uang itu tidak kamu simpan, malah kamu berikan ke pengemis tua itu?.” Dengan wajah yang lugu, gadis kecil itu menjawab: “Maaf Om, saya  janji dengan ibu saya bahwa saya akan menjual bunga-bunga ini, bukan menerima atau meminta uang.  Ibu saya selalu berpesan, walaupun saya tidak punya uang tapi saya tidak boleh menjadi pengemis meminta-minta”.

Mendengar jawaban gadis kecil itu, manajer keuangan tersebut  sepontan tertekun, berkata dalam hatinya kalau dia baru mendapatkan suatu pelajaran berharga dari seorang gadis kecil penjual bunga bahwa bekerja adalah suatu penghormatan, meski hasilnya tidak seberapa tetapi keringat  yang menetes dari hasil kerja keras adalah suatu kebanggaan. Si manajer keuangan itu akhirny.

sadur ulang oleh Zulham Syahputra

sumber : http://www.beritaunik.net/

Check Also

Photo Credit : https://goo.gl/images/nBU9AV

Filosofi Bunga

1.   Bunga Matahari Siapa yang tidak tahu bunga berukuran besar dengan kelopak berwarna kuning yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *