Home / Berita / Olahraga dan Seni / Run for your life

Run for your life

Kesehatan adalah nikmat Tuhan yang sangat mahal harganya. Kalimat ini tentu saja masuk akal bila mengingat biaya yang harus dikeluarkan saat kita berobat ke Dokter di instansi kesehatan. Banyak orang yang ingin memiliki tubuh sehat tetapi enggan berusaha untuk mencapainya. Padahal, jiwa yang kuat pun tidak akan berarti apa-apa tanpa didukung oleh tubuh yang sehat. Perlu disadari, kondisi tubuh juga mempengaruhi kinerja seseorang. Bagaimana tidak, dengan tubuh yang fit seorang pekerja dapat menyelesaikan tugasnya dengan maksimal. Padatnya kegiatan dan sibuknya dunia kerja seharusnya tidak menghalangi kita untuk mendapatkan kondisi tubuh yang sehat. Oleh karena itu, ada usaha minimal yang dapat dilakukan dengan olahraga paling mudah dan murah, yaitu lari.

Lari merupakan salah satu cabang olahraga yang dapat dipraktikkan siapa saja dan kapan saja. Perlengkapan yang dibutuhkan hanya meliputi sepatu dan pakaian. Jarak tempuh juga dapat bervariasi sesuai dengan keinginan. Secara teori, olahraga ini melibatkan 3 kelompok otot saat bergerak yang meliputi otot primer, pendukung dan tambahan. Ketiga otot yang termasuk otot lurik ini bekerja di bawah saraf sadar, memiliki ciri kontraksi kuat dan cepat namun mudah kelelahan akibat terjadinya penumpukan asam α – hidroksipropionat atau yang lebih dikenal dengan asam laktat. Bagian tubuh yang terasa pegal setelah berlari ini lah yang kerapkali menjadi alasan pribadi banyak orang untuk menghindari olahraga. Di balik momok pegal atau keramnya otot yang membayangi, sudahkah anda mengetahui manfaat olahraga lari??

Adapun manfaat olahraga lari terhadap tubuh terangkum sebagai berikut:

  1. Menurunkan berat badan. Lari secara teratur dapat membakar kalori dan memaksa kandungan lemak dalam tubuh dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Tentu saja, proses ini bergantung pada lama dan jarak tempuh
  2. Merawat kesehatan lutut. Melakukan aktivitas lari dapat mencegah arthritis pada lutut serta meransang pertumbuhan tulang rawan.
  3. Menurunkan resiko osteoporosis. Dengan bantunan sinar matahari yang mengubah Pro-vitamin D menjadi vitamin D, lari juga meransang pertumbuhan sel-sel tulang baru yang lebih kuat.
  4. Mencegah penyakit jantung. Lari dapat meningkatkan aktivitas jantung, menambah produksi kolesterol baik atau HDL serta mengurangi resiko plak yang menumpuk dalam pembuluh darah.

Untuk mencegah terjadinya cedera pada tubuh, sebaiknya sebelum lari kita melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Memilih pakaian yang tidak ketat dan sepatu yang sesuai dengan kaki pelari demi kenyamanan dan keleluasaan pelari bergerak.
  2. Melakukan pemanasan sekitar 5 menit.
  3. Berjalan kaki sekitar 5 menit.
  4. Mulai berlari dengan kecepatan sedang sekitar 20 menit.
  5. Mengakhiri olahraga dengan berlari kencang sekitar 1 menit.
  6. melakukan pendinginan dengan jalan kaki santai agar degupan jantung kembali seperti semula.

Selain melakukan olahraga secara teratur dan terus-menerus, mengkonsumsi makanan yang bergizi serta memastikan waktu tidur yang cukup dan berkualitas tidak kalah penting. Perlu komitmen yang kuat bagi kita sebelum memulai program hidup sehat agar diperoleh hasil maksimal dan berkelanjutan. Dengan mempertahankan pola hidup yang sehat, kita dapat mempertahankan tubuh yang sehat seperti yang kita dambakan. [Mr. Aan Kimia]

Informasi di atas dimodifikasi dari:

(http://www.alodokter.com/lima-manfaat-lari-yang-sayang-untuk-dilewatkan)

(http://www.apki.or.id/tiga-kelompok-otot-saat-berlari/)

Check Also

Sumber Photo : http://www.lintasnews.com/7651/musik...

Fakta Unik Tentang Musik

Tahukah Anda bahwa banyak fakta unik tentang musik yang belum diketahui banyak orang. Jika pepatah mengatakan “Tiada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *